ABOUT KIDECO

icon_homeTENTANG KIDECOPASIR MINE SITE

Pasir Tambang

We specialize in Creative resource development, striving for a better tomorrow – we are KIDECO.

Pasir Tambang

Tambang Pasir Kideco terletak di Kabupaten Pasir, Provinsi Kalimantan, lebih kurang 1.300 km timur laut Jakarta. Pasir Mine Site memproduksi batubara bitumen ramah lingkungan yang berproduksi komersial pertama pada tahun 1993, sebagai hasil dari 10 tahun survei yang terperinci, studi kelayakan, dan pembangunan berbagai fasilitas pertambangan.

Dengan 2 juta ton pada tahun pertama produksi, volume produksi tahunan terus meningkat, mencapai hampir 32 juta ton pada saat ini. Akumulasi volume produksi mencapai lebih dari 200 juta ton pada tahun 2010.

Sekilas Tambang Batubara Bitumen Pasir

Katagori Isi Keterangan
Lokasi Kalimantan Timur Sekitar 130 km ke arah barat Balikpapan, Kalimantan Timur
Pemegang Saham 3 perusahaan termasuk SAMTAN SAMTAN: 49%,
2 lainnya termasuk Indika: 51%
Wilayah pertambangan 50,921 hektar 2 / 3 dari ukuran Jakarta
Cadangan batubara 1,376 juta ton Sampai dengan akhir 2010
Potensi Pertambangan 934 juta ton Sampai dengan akhir 2010
Volume produksi Tahunan 32 juta ton (per 2011) 500,000 carloads of the 50 ton freight car
Akumulasi Volume 250 juta ton Sejak 1993
Offtake 100 % Hak penjualan untuk kuantitas yang diproduksi
Ukuran tempat penampungan Batubara 116,000 ㎡ Setara dengan 16 kali lapangan sepak bola

* Bcm: Bank Cubic Meter, meter kubik (㎥) sebelum penambangan

Perbandingan Luas Area Pertambangan Tambang Pasir
Katagori Roto/SM Samu Susubang Pinang Jatus Total
Ukuran (ha) 27,400 7,900 9,000 6,100 50,400

Kandungan Batubara, Cadangan, dan Kualitas Batubara

Cadangan total 1.376 ton sampai tahun 2011, dan lebar batubara per area berkisar 2-60 meter.

Kandungan, Cadangan Per Area
Katagori (area) Kandungan(juta ton) Cadangan(juta ton) lebar Batubara (M)
total 1,376 651  
Roto Utara 79 18 2~40
Roto Selatan 264 157 2~40
Roto Tengah 122 39 2~40
SM 883 421 2~40
Susubang 28 16 1~8

* Volume dapat bervariasi karena penemuan baru yang dihasilkan dari eksplorasi atau penambangan

Batubara Kideco diklasifikasikan sebagai batubara sub-bitumen sekitar 4.670--5.692 Kcal/kg. Dengan kandungan air yang relatif tinggi dan mudah menguap, serta kandungan abu dan belerang yang sangat rendah, batubara Kideco tidak hanya ramah lingkungan dan menjaga lingkungan, tetapi juga memiliki penanganan abu yang mudah.

Perbandingan Kualitas antara Batubara Pasir dan Batubara Australia
Katagori Batubara Pasir Batubara Australia Catatan
kelembaban 25% 8.0%  
Penguapan 41.0% 30.0%  
Abu 2.0% 15.0% Batubara bitumen yang ramah lingk
ungan dan bersih
Belerang 0.1% 0.7%
Kalori (Kcal / Kg) 4,800 6,300  
Kualitas Batubara Pasir per Area
Area TM(%) Abu(%) TS(%) CV(kcal/kg)
R/Utara 19.6 2.8 0.11 5,470
R/Selatan 24.9 3.1 0.11 4,870
R/Tengah 24.8 4.2 0.10 4,730
SM 30.7 4.2 0.12 4,430
Susubang 20.2 2.5 0.12 5,240

bagaimana kita tambang

Pemindahan Lapisan Penutup
(Pengurangan Beban)

Tambang batubara Kideco di Pasir di Pasir merupakan tambang lubang terbuka, berbeda dengan tambang bawah tanah. Lapisan batubara tersebar pada tanah yang bercampur batu lumpur keras dengan tanah liat yang sebagian mengandung batu pasir.

Proses pemindahan lapisan penutup (pengurangan beban) adalah dengan memindahkan tanah yang menutupi lapisan batubara dengan menggunakan alat berat untuk diangkut ke area pembuangan limbah yang berlokasi di luar area lubang tambang. Metode pembuangan limbah KIDECO yang dilakukan saat ini adalah dengan membuat retakan-retakan melalui peledakan permukaan tanah yang terdiri dari batu lumpur dan batu pasir, kemudian menyiapkan alat muat seperti sekop, cangkul, dan truk angkut dengan kapasitas muatan 100-250 ton. Saat ini, PT. Sims menangani proses pengurangan beban di lubang tambang Roto Utara, sedangkan proses pengurangan beban pada lubang tambang di Roto Selatan ditangani oleh PT Pama dan PT Buma, keduanya merupakan kontraktor lokal yang ahli dalam bidang pengurangan beban.

Produksi Batubara ROM

Setelah proses pengurangan beban, proses selanjutnya banyak menggunakan alat-alat pertambangan berukuran kecil untuk menambang dan mengangkut batubara mentah dari lubang tambang ke tempat persediaan ROM.

Pertambangan terdiri dari dua bagian: pemuatan batubara mentah dan pengangkutan. Peralatan yang digunakan terdiri dari excavator kecil (2,8 ㎥) untuk memuat dan truk dengan kapasitas 30 ton untuk pengangkutan. Para kontraktor lokallah yang melaksanakan seluruh proses penambangan. Tempat persediaan ROM berkapasitas 500.000 ton. Program pengendalian kualitas batubara dilakukan pada tempat persediaan ROM demi menjaga ketersediaan batubara berkualitas tinggi untuk memenuhi persyaratan dan kepuasan konsumen. Karena kadar abu batubara Kideco rendah, batubara yang diangkut ke tempat persediaan ROM tidak membutuhkan proses pencucian terpisah.

Penghancuran

Proses penghancuran batubara merupakan proses untuk menghancurkan batubara sesuai dengan ukuran yang diinginkan konsumen sebelum diangkut ke terminal batubara.

Batubara mentah yang diambil dari lubang tambang dan diangkut ke fasilitas penghancuran melewati serangkaian proses, seperti pemisahan magnetik dan penghancuran tanpa tambahan proses pencucian terpisah, menjadi partikel-partikel dengan ukuran di bawah 50mm. Hasilnya disimpan dalam alat penampungan (hopper) batubara dan kemudian diangkut ke terminal batubara menggunakan alat pengangkut (hauler) batubara. Terdapat tiga fasilitas pengolahan dengan daya pengolahan 1.200 ton per jam di baris A dan D, 1.500 ton di baris B, 2.000 ton di baris C, serta 2.000 ton di baris SM A dan B. Fasilitas tersebut dirancang untuk melakukan penghancuran dan pemuatan secara otomatis.

Transportasi Darat

Proses transportasi darat merupakan pengangkutan batubara yang telah dihancurkan menuju fasilitas penghancuran ke Terminal Batubara Tanah Merah Coal Terminal (TMCT) yang terletak 39 km dari lokasi tambang batubara dengan menggunakan hauler besar melalui jalan khusus pengangkutan batubara.

Jalan khusus milik Kideco ini dapat dilalui dalam musim (cuaca) apapun. Pada jalan ini, telah dilakukan proses perbaikan pelurusan jalan yang menjadikan alur transportasi menjadi jauh lebih aman dan efisien dibandingkan dengan tambang-tambang lainnya.
Terdapat tiga kontraktor bidang transportasi saat ini, termasuk PT Trasindo yang merupakan perusahaan investasi Samtan, yang bertanggung jawab untuk proses pengangkutan batubara.

Tempat Penyimpanan

Proses penyimpanan merupakan serangkaian kegiatan pemindahan batubara ke tempat fasilitas penyimpanan TMCT sebelum dimuat ke dalam tongkang.
Batubara yang diangkut dengan hauler dari fasilitas penghancuran dimuat ke alat penampungan batubara di TMCT, kemudian dimasukkan pada ban berjalan pengangkut batubara dan disimpan dalam fasilitas penyimpanan atau dimuat ke dalam tongkang tanpa proses penyimpanan. Untuk menjaga batubara berkualitas tinggi, KIDECO memasang sampler otomatis pada seluruh sistem ban berjalan yang dapat memuat sampel batubara. Setelah sampler terpasang, sampel yang diambil tersebut digunakan untuk menganalisis kualitas batubara. Selain itu, setiap baris ban berjalan dipasang sebuah alat pemisah magnetik untuk membersihkan batubara dari material-material asing. Kapasitas tempat penyimpanan TCMT adalah 800.000 ton, dan kapasitas fasilitas muat adalah lebih dari 120.000 ton perhari dan 55 juta ton pertahun. Di samping itu, terdapat tiga badan penganalisis (surveyor) independen internasional (PT. Sucofindo, PT. Geoservice, dan PT. Carsurin) yang mengambil sampel dan melakukan analisis di TMCT.

Tongkang dan Pengapalan

Pengapalan dan tongkang digunakan untuk memuat batubara dari fasilitas penyimpanan TMCT ke tongkang dan membawa batubara ke tempat pemindahan untuk dimuat. Fasilitas muat tongkang di TMCT memiliki tiga baris pemuatan; mesin muat kapal, mesin muat tongkang, dan mesin muat tongkang permanen. Sekitar 8.000 sampai 12.000 ton tongkang batubara dari fasilitas persediaan TMCT dimuat dengan menggunakan kapal penarik kelas 2.400 HP sampai ke Teluk Adang, 59 km dari TMCT. Batubara dipindahkan dari tongkang ke kapal dengan menggunakan kapal berserek atau empat derek terapung (FC) dan dua fasilitas muat terapung (FLF). Teluk Adang mampu memfasilitasi pemuatan ke kapal pengangkut dengan kapasitas 100.000-150.000 ton.

Lingkungan Penelitian dan Pengembangan Prosedur

Desain / Perencanaan Lingkungan

KIDECO merencanakan secara strategis dan cermat seluruh proses mulai dari pengembangan tambang hingga restorasi lingkungan.

  1. Melalui perencanaan lingkungan yang optimal, kita hijaukan alam seperti keadaan sebelumnya.
  2. Kami menanam berbagai jenis pohon seperti akasia, albasia, mangga, dan jeruk.
  3. Perawatan dan pemeliharaan yang sedang kami lakukan melalui pembersihan gulma dan pengendalian hama.
  4. Kami menata pemeliharaan lingkungan, dengan mengamati secara teliti pertumbuhan tanaman.
  5. Kami membuat kolam/telaga/danau yang ramah lingkungan untuk membantu mengatasi masalah kekeringan.
Perkebunan

KIDECO memberikan kontribusi terhadap ekonomi lokal dengan memilih usaha menguntungkan yang berkaitan dengan lingkungan.

  1. 360.000 pohon ditanam setiap tahunnya.
  2. Pohon buah-buahan sangat bermanfaat bagi ekonomi lokal.
Perawatan

Program yang sedang dilakukan KIDECO mengenai penataan dan perbaikan lingkungan

  1. KIDECO tidak melakukan program jangka pendek untuk lingkungan hidup.
  2. Dengan perawatan dan pemeliharaan yang sedang dilakukan, hutan yang lebih luas bisa kita wujudkan.
  3. Kolam/telaga/danau ramah lingkungan yang dibuat Kideco tidak hanya membantu mengatasi masalah kekeringan, bencana alam, tapi juga membantu pelestarian ekosistem hewan.